Ada dua puluh enam huruf yang kita kenal, dari semuanya terbagi menjadi 2 bagian, yaitu:
a. VOCAL, yang terdiri dari [ A – E – I – O – U ]
b. KONSONAN, selain dari hurup vocal diatas.
Huruf vocal disebut juga dengan “huruf hidup” dan konsonan disebut “huruf mati”. Sekarang saya akan menjelaskan dulu mengenai huruf vocal,, kembali ke SD lagi.
A. VOCAL (kita tidak menyebutnya lagi huruf) tapi vokal saja.
Didalam berkomunikasi (berbicara, bernyaanyi, dan membaca) vocal sangat penting peranannya karena:
- Dapat menghidupkan bunyi bagi konsonan lainnya.
- Dapat memberikan arti yang jelas bersama atau kepada konsonan.
- Digunakan menjadi dasar pengucapan bagi konsonan.
Misalnya: H dibaca ha
M dibaca em
K dibaca ka dst.
Kalimat vocal ini memiliki karakter, bunyi dan ciri masing masing baik dalam cara pengucapannya man perlakuannya.
1. Vokal [A]
- Dibunyikan dengan menjatuhkan rahang bawah sejauh mungkin, bukan dengan
membuka kesamping.
- Gigi atas dan bawah tidak dilindungi atau ditutupi oleh kedua bibir atas dan
bawah, bibir atas dan bawah harus kelihatan.
- Lidah diletakkan rata serta ujungnya menyentuh gigi bawah.
Setelah dibuat dalam posisi demikian bunyikanlah vocal [A] dengan santai.. (tapi jangan pake H yah.. Kasihan disekelilingnya Bau.. hehe)
2. Vokal [E]
Sama dengan posisi pada saat mengucapkan (A) tetapi dengan mengurangi
luasnya mulut sepertiga dari ucapan [A].
- Kedudukan gigi atas dan bawah tetap dijaga.
- Rongga mulut dan tenggorokan tetap dipertahankan seperti pada vocal [A].
- Awas, jangan sampai bibir tertarik kesamping karena akan mengakibatkan warna [E] yang sedikit gepeng.
Khusus untuk vocal [E] ada tiga karakter bunyi yang digunakan sesuai dengan
Kondisinya masing masing, bagi yang dari mEdan hilangkanlah kEbiasaan mEmbaca sEpErti itu. ( maap ye, becanda ) perbedaannya seperti ini:
- M e r d e k a : kedua [E} nya tidak sama tajam dan kedapnya.
- G e l a n g g a n g : vocal [E] sedikit lebih redup dibanding dengan dibanding
vocal [E] pada kata sempat.
Vocal [E] jika dirasakan dan diraba, getarannya akan terasa “dipelipis”.
3. Vokal [I]
Dengan tetap mempertahankan posisi rongga mulut dan tenggorokan pada saat mengucapkan vocal [A&E], pada saat mengucapkan vocal [I] dikurangi sepertiga atau dua pertiga dari [A] dengan sedikit mendorong sudut bibir kesebelah dalam.
Dengan bentuk mulut seperti corong, dapatkan pasisi [I] seperti pada kata kata: ini, kini, disini, tinggi, diri.
Hindari juga pengucapan [I] seperti pada kata tengik, nyindir dll.
Jika diraba dan dirasakan maka vocal [I] akan bergetar didepan mata.
Harus diperhatikan benar-benar, pada saat membunyikan [I] harus dibayangkan bahwa bunyinya melintas diantara kedua mata, kemudian seperti berbunyi di ubun-ubun.
4. Vokal [O]
Berawal dari bentuk vocal [A] tetapi merubah bentuk bibir menjadi lonjong
seperti corong, vocal [O] dapat dibunyikan dengan manis. Diupayakan sebulat atau
selonjang mungkin, sehingga akan terdengar bunyi vocal [O] seperti pada kata
toko, pohon, lorong.
Hindari vocal [O] seperti pada kata jengkol, tongkol, karena jika demikian
posisi mulut atau lidah akan berubah. Pada saat membunyikan vocal [O] kita akan merasakan bunyi dan getarannya di leher.
5. Vocal [U]
Seperti pada posisi pengucapan vocal [O], vocal [U] dibunyikan dengan memperhatikan :
- Mulut lebih dipersempit sedikit, dan bibir sedikit lebih didorong kedepan.
- Dapatkan vocal [U] yang sempurna, seperti pada kata busur, sungguh, dll,
dimana bunyi tidak didominasi bunyi [U] yang utuh melainkan terkesan lebih
boros dalam hal nafas.
- Hindari bunyi [U] yang menjurus ke [O] kecuali pada nada-nada rendah seperti ada BASS.
Jika dirasakan dan diraba, maka vocal [U]akan terasa bergetar diatas tengkuk.
B. KONSONAN
Konsonan lebih kita kenal dengan istilah huruf “mati”, yaitu seluruh huruf selain dari huruf vocal yang telah dibahas sebelumnya. Terdiri dari 21 huruf dan ditambah konsonan ganda, seperti: NG, KH, yang kalau digunakan “harus dibaca seperti satu huruf”.
Yang menjadi perhatian adalah:
MENGUCAPKAN HURUF KONSONAN PADA SAAT BICARA ATAU MEMBACA TIDAK SAMA PERSIS SEPERTI BERNYANYI. KARENA MEMBACA KALIMAT MUSIK, SELURUH HURUF KONSONAN MEMPUNYAI CIRI DAN KARAKTER MASING-MASING, YANG DIRASAKAN PADA SAAT MENGUCAPKANNYA MELALUI ALAT-ALAT ARTIKULASI.
Contohnya:
M kalau dibaca menjadi eM
K kalau dibaca manjadi Ka
S kalau dibaca menjadi eS dst.
Sedangkan dalam bahasa musik/vocal, yang lebih ditonjolkan adalah pergerakan atau aktivitas yang terjadi pada alat-alat bunyi didalam rongga mulut, ketika hurluf konsonan itu diucapkan.
Inilah informasi dari keseluruhan huruf konsonan, yang antara satu dengan lainnya. Memiliki karakter yang berbeda, meskipun perbedaan itu sangat kecil sekali, dan hampir tidak terasa pada pendengaran.
Tugas kita adalah menonjolkan karakter dari setiap konsonan dengan jelas, pada saat membaca kalimat lagu.
M : Bibir lemas dan santai, saling menyentuh dengan ringan, mulut sedikit
didorong kedepan, tapi tidak ada tekanan.
N : Lidah menyentuh pangkal gigi atas dengan ringan, bibir atas dan sisi rongga bibir atas dan sisi rongga hidung sedikit diangkat, rongga mulut agak dibesarkan.
R : Ujung lidah digetarkan hingga menyentik pangkal gigi atas dan sedikit gigi bawah.
NG : Ujung lidah ditempatkan dibelakang dan diatas gigi atas bagian depan, pojok (bagian belakang dari lidah) diangkat dan bergerak sejauh mungkin. lakukan NG seperti mengucapkan (singing- sangsung).
Catan : Konsonan M, N, & NG, disebut juga dengan bunyi nasal dan juga
bunyi / huruf yang bernyanyi.
L : Lidah melengkung tepat dibagian belakang gigi atas, tidak melebar dan
mengendur tetapi tangkas dan menipis lembut agar udara dapat melintas dari sisi-sisinya.
V : Gigi atas menyentuh sedikit bibir bawah dan bibir atas sedikit dinaikkan.
F : Gigi atas lebih ditekankan pada bibir bawah.
J : Gigi saling berdekatan, bibir agak direntangkan, lidah rileks dan ujungnya hampir menyentuh gusi gigi atas.
Z : Sama seperti membunyikan [S] namun sedikit lebih berat.
Y : Dimulai dengan formasi [I] dan bongkokkan lidah, seolah hanya memberi sedikit ruang pada mulut bagian atas.
C : Bagian sisi lidah ditempatkan tegas menyentuh bagian samping gigi atas, ujung lidah menyentuh pusat gusi atas.
H : Langit-langit bagian yang lunak sejenak memperkuat hembusan nafas ke sasaran yang dituju.
SY : Ujung lidah bekerja terbalik tetapi cenderung naik kemulut, gigi atas menutup tanpa menyentuh gigi bawah, dan bibir bawah bergerak ke atas.
KONSONAN LEDAK.
Disebut konsonan ledak, karena pada saat membunyikannya seakan akan
diiringi oleh ledakan kecil.
P,B : Ujung bibir diledakkan melalui tekanan udara yang dibentuk, [B] dicapai dengan getaran ringan dari pita suara.
T : Ujung lidah ditempatkan (bukan diletakkan) menyentuh gusi tepat diatas gigi. Begitu lidah memetik dan lepas dari posisi, ledakan kecil dari udara dihembuskan.
D : Ujung lidah secara ringan menyantuh gusi atas, jentikannya diawali oleh
desakan udara, lidah melepas diri dari tekanan.
K : Posisi punggung lidah bagian belakang menempel pada langit-langit bagian belakang, mendapat desakan udara dan melepaskan diri.
G : Posisi lidah sama dengan membunyikan [K] tetapi desakan udara
mengeluarkan bunyi.
lalukan ini tiap pagi setelah bangun tidur minimal 7 kali tapi jangan lupa minum dulu biar gak lepas tenggorokannya wkkkkkkkk

.jpg)

sip
BalasHapusCasino Games Near Me - MJH
BalasHapusSearch for the nearest and best 광주광역 출장샵 casino 출장안마 game to you. Explore the list of slot machine games and find 부천 출장마사지 out 오산 출장안마 the best slots, 충주 출장샵 live dealer games,